Count your sins towards me
Know that my pain is limitless
And forgiveness is hard to come by
I'm cutting ties
Again
Hoping this is the end
To a decade of misery
Leaving everything in God's hand
I no longer hate you
I am not longer angered
I seek only repentance and love
A sign that you regretted your cruelty
If ever you decide to be a man
Come and admit your transgression
I'll give you another chance
For I believe there's an uncovered goodness
In that heart of yours
In the mean time old friend
I pray that you'll pray
Soft my heart is
And forgive you I might
Showing posts with label Durjana. Show all posts
Showing posts with label Durjana. Show all posts
Wednesday, January 15, 2014
Tuesday, December 31, 2013
A Man I Know
There is a man
Spineless
Guiltless
Evil
Inconsiderate
Spineless
Guiltless
Evil
Inconsiderate
There is a man
I regret knowing and trust
I used to hate
I regret knowing and trust
I used to hate
There is a man
I no longer hate
I accept as a past
Whose crime shaped me
I no longer hate
I accept as a past
Whose crime shaped me
There is a man
I want to be free from
I want to be free from
Monday, December 23, 2013
Lemahnya Aku
Lemahnya aku dalam membuat keputusan
Mudah lebur dengan gula di bibir mu
Hingga aku ditolak tarik semahu mu
Seharusnya aku tidak lagi begitu
Kerna kau sudah terlampau aku kenal
Kata mu tidak semestinya kebenaran
Kau gemar mengantung aku
Entah sampai bila
Kau tarik
Kau tolak
Tidak pernah kau lepaskan
Dan aku pula
Seorang dalam terowong gelap
Meraba mencari jalan pulang
Cahaya api ku sangka bulan dan matahari
Aduh!
Betapa lemahnya aku
Aku tidak mahu mencaci kamu
Aku jua punya salah
Bijak kamu
Hadir saat aku gagah
Kemudian pulang tinggal aku termengah
Lantas tinggal aku terkapai mencari kekuatan itu semua
Jika setiap kali aku jatuh dalam lubuk puaka mu hilang sedikit jiwa
Maka lihat lah betapa kerdil jisim roh ini
Nah!
Cukup bukti bukan?
Betapa lemahnya aku
Mudah lebur dengan gula di bibir mu
Hingga aku ditolak tarik semahu mu
Seharusnya aku tidak lagi begitu
Kerna kau sudah terlampau aku kenal
Kata mu tidak semestinya kebenaran
Kau gemar mengantung aku
Entah sampai bila
Kau tarik
Kau tolak
Tidak pernah kau lepaskan
Dan aku pula
Seorang dalam terowong gelap
Meraba mencari jalan pulang
Cahaya api ku sangka bulan dan matahari
Aduh!
Betapa lemahnya aku
Aku tidak mahu mencaci kamu
Aku jua punya salah
Bijak kamu
Hadir saat aku gagah
Kemudian pulang tinggal aku termengah
Lantas tinggal aku terkapai mencari kekuatan itu semua
Jika setiap kali aku jatuh dalam lubuk puaka mu hilang sedikit jiwa
Maka lihat lah betapa kerdil jisim roh ini
Nah!
Cukup bukti bukan?
Betapa lemahnya aku
Subscribe to:
Posts (Atom)