Monday, July 20, 2026

Antara Azan dan Simran I

 Pernah ada ketika

aku dan seluruh dunia terpenjara di ranjang

pengasingan itu menyuburkan sunyi hingga warasku bercalar

aku yang sedia gersang dek kemarau dua dekad menjadi kemaruk

madu setitis aku jilat rakus, meski sudah tercemar


Dalam rintihan dan perangku sendiri

aku mencari kesudian insan menghulurkan madu barang setitis

lalu terpandang wajah kamu yang sejuk

senyumanmu membaja lagi kepinginku pada madu


Buih kata kita terapung lama

menari-nari dek gurau yang menggoda

hingga ia berona pelangi

lalu pecah menjadi ketawa yang tidak sempat disembunyikan


Bibir kita sama, bersalut madu

bicara kau dan aku manisnya ketara

terbaja hati yang sebelumnya lara

entah bila terbinanya rasa


Dalam hiruk pikuk alam maya

antara sunyi dunia realiti

kehausan dua hati mula terubat

tanpa pernah disebut, azan atau simran

Saturday, July 18, 2026

A Grey Singh

That Singh,

with a grey beard and moustache

carries a grey that follows him

like a quiet mist


Not the grey of sorrow

but of ash that never cooled

from fires no one saw

and of silent storms he endured


He gives himself away

whilst tiptoeing on already worn-out feet

as grey settles on him

he folds into molds never his own


His eyes reveal what his shoulders conceal

a tired child who's adamant about being strong

a boy still wearing a torn cape

a man isolated by his choice


His arms are strong

veiny and hard

arms that carry many lives

except his lover


How quietly the grey Singh breaks my heart

he fears the hands that gently reach for him

he moves awkwardly, shoulders drawing in

every embrace finds him stepping back

as though love requires blood


That Singh

that grey Singh

tugs my soul

grey seems to love him so