Sudah lah hati
aku letih menenangkan mu
memujuk mu
merayu mu
Aku pohon agar kau tidak lagi menangis
tidak lagi berharap
tidak lagi beremosi
atas sebab yang pasti
Aku faham
kamu juga seperti aku
rindu bukan?
rindu pada apa yang pernah kita lalu
rindu pada intipati hidup pada waktu itu
Betul!
aku juga begitu
pastinya bukan rindu pada dia
tapi rindu pada rasa itu
Sudah lah hati
telah masa untuk kau dan aku melangkah
kali ini tanpa menoleh ke belakang
tanpa melihat ke bawah
agar akar - akar rindu itu tidak lagi mengganggu pelarian kita
agar bisa kita meredah belantara kecewa
untuk ke taman di sana
Monday, August 19, 2013
Tuesday, February 19, 2013
Statik
Bila riwayat seakan statik
Terasa seperti sunyi itu bingit
Tatkala mereka gah dengan ini serta ini
Aku
Tiada apa
Ruang ku vakum
Sifar isi
Kurang rasa
Serba tawar
Bila riwayat seakan statik
Aku
Benci diri dan hati
Thursday, January 3, 2013
Di Luar Sana Hujan
Tatkala ini
Terlekap aku di kaca jendela
Di luar sana hujan
Kaca itu pelindung aku dari biasnya
Di luar sana hujan
Titisnya bulat, deras
Aku renung tanah yang semakin lemas
Tak tertanggung dia akan tangisan langit
Ironi!
Yang di luar itu lemas
Yang di balik kaca ini pula dahaga
Kepingin ketenangan jiwa
Di luar sana hujan
Tum tum tum
Titisnya mengetuk jendela
Seakan memberi nada kepada alunan senduku
Derasnya sama dengan darah jernih yang mengalir di mata
Ironi!
Aku dahaga dan mahu basah seperti tanah tatkala hujan
Namun
Aku pengecut
Sentiasa berlindung di sebalik kaca jendela, melekap, konon hujan itu mempersona
Subscribe to:
Posts (Atom)